Loading...
×

example: Coffee, Tea, Palm Oil, Tobacco, etc

×

TEBU

APA ITU TEBU?

Perkembangan perkebunan tebu pada masa kolonial merupakan titik awal munculnya industri gula di Indonesia. Budi daya tebu di Pulau Jawa sudah ada sebelum dikukuhkannya Culturestetsel pada tahun 1830 oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch, namun masih terbatas. Budi daya tanaman ini (dikenal dengan sebutan Sugar Cane) dahulu hanya dilakukan di perkebunan milik orang Tionghoa dan Belanda di sekitar Batavia dan Pasuruan, Jawa Timur. Baru pada tahun 1860, mulai banyak bermunculan pabrik-pabrik gula di Pulau Jawa, dimana pabrik-pabrik tersebut bergantung pada pasokan tebu dari wilayah Pasuruan, Semarang, dan Tegal. Banyaknya jumlah perkebunan tebu mengakibatkan pabrik-pabrik gula mampu menghasilkan lebih dari 130.000 ton gula per tahunnya. Indonesia telah sejak jaman kolonial merupakan eksportir gula ternama, namun mulai tahun 2016 Indonesia berubah menjadi pengimpor gula terbesar di dunia. Indonesia menghabiskan USD 2,1 miliar untuk mengimport gula pada tahun 2016. Walaupun pada tahun 2019 nilai importnya menurun menjadi USD 1,4 miliar namun secara volume tetap konsisten menunjukkan kenaikan. Hingga saat ini terdapat 61 pabrik gula (PG) berbasis tebu yang beroperasi di Indonesia. Dari sejumlah PG itu, sebanyak 40 PG diantaranya dikelola BUMN Perkebunan melalui PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII dan PT Rajawali Nusantara Indonesia. Pabrik-pabrik gula milik PT Perkebunan Nasional (Persero) menghasilkan produk gula unggulan diantaranya berupa Gula Kristal Putih (GKP), tetes tebu (Mollase), sirup Pala dan produk gula lokal keemasan 1 kg yang terkenal di wilayah masing-masing (Gula 9, Gula Walini, Gula Golatta). PTPN Group ikut berperan dalam menjaga ketersediaan gula retail sepanjang tahun dengan harga yang wajar, juga menjaga ketahanan pangan nasional menuju swasembada gula. Produk gula keemasan ritel 1 kg adalah wujud keseriusan PTPN Group sebagai bisnis gula yang berkelanjutan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan stabilitas harga di masyarakat dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp. 12.500 rupiah per kg. PTPN juga menargetkan hingga 5 tahun ke depan untuk meluaskan areal budi daya tanaman tebu menjadi 2 kali lipat. Dengan memperluas lahan industri gula dapat membantu masyarakat untuk menanam dan mengelola bibit tebu hingga pemberian kredit kepada para petani. Langkah ini dirasa perlu karena dengan memperkuat industri gula diharapkan ketergantungan impor akan berkurang dan tingkat konsumen bisa dikendalikan.

FIND YOUR LOCATION
FOR TEBU

branch

PTPN 2

Medan, Sumatera Utara, Indonesia

PTPN II merupakan gabungan dari PTP II dan PTP IX dimana produk yang dihasilkan berupa Minyak Sawit (CPO), Inti Sawit (Palm Kernel), Gula dan Tetes. Wilayah nya terletak di profinisi Sumatra Utara, yaitu Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat, Kotamadya Medan dan Kotamadya Binjai.

  • PG Kwala Madu 
  • PG Sei Semayang

Request Minimum 169 kg
Location Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Last Update 06 May 2021

FIND YOUR LOCATION
FOR TEBU

PTPN 2

PTPN II merupakan gabungan dari PTP II dan PTP IX dimana produk yang dihasilkan berupa Minyak Sawit (CPO), Inti Sawit (Palm Kernel), Gula dan Tetes. Wilayah nya terletak di profinisi Sumatra Utara, yaitu Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat, Kotamadya Medan dan Kotamadya Binjai.

Request Minimum 169 kg
Location Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Last Update 06 May 2021

PALM SALES INDEX IN INDONESIA

PALM SALES INDEX IN INDONESIA